Pernah ngerasa udah nulis artikel panjang lebar tapi yang baca sepi banget? Bisa jadi karena topik yang kamu tulis emang lagi nggak dicari orang. Nah, biar blog kamu ramai pengunjung, kamu harus tahu apa yang sering diketik orang di pencarian Google.
Proses mencari tahu kata kunci ini biasa disebut dengan riset keyword. Banyak yang bilang riset keyword itu susah dan harus pakai alat (tools) berbayar yang mahal. Padahal, buat blogger pemula, banyak banget cara gratisan yang hasilnya nggak kalah jitu lho.
Persiapan Sebelum Mulai Riset
Sebelum kita mulai berburu kata kunci, siapkan dulu beberapa hal sederhana ini biar prosesnya makin gampang:
- Aplikasi catatan seperti Notepad atau Microsoft Word untuk mencatat daftar kata kunci yang kamu temukan.
- Browser Google Chrome (sangat disarankan menggunakan mode penyamaran atau Incognito agar hasil pencarian netral).
- Pikiran yang santai dan kreatif untuk mengembangkan ide topik tulisan.
Langkah-langkah Riset Keyword Gratis
Yuk, langsung aja ikuti langkah-langkah simpel di bawah ini untuk menemukan kata kunci yang berpotensi mendatangkan trafik buat blog kamu:
- Gunakan Google Autocomplete: Buka Google.com, lalu coba ketik ide topikmu perlahan-lahan. Misalnya, kamu mengetik "cara membuat donat". Nanti Google akan otomatis memunculkan daftar saran kalimat di bawah kotaknya. Nah, saran-saran itulah kata kunci yang memang sering dicari orang secara nyata.
- Cek Bagian 'Penelusuran Terkait': Setelah kamu mencari suatu kata kunci, scroll terus sampai ke bagian paling bawah halaman Google. Kamu akan menemukan bagian bernama "Penelusuran terkait" (Related searches). Kata-kata ini adalah variasi keyword yang sangat bagus untuk dijadikan subjudul (H2 atau H3) di dalam artikelmu.
- Manfaatkan Google Trends: Buka situs gratis Google Trends untuk melihat apakah topik yang mau kamu bahas lagi ramai trennya atau malah lagi sepi. Kamu juga bisa membandingkan beberapa kata kunci sekaligus untuk mencari tahu mana yang paling banyak diminati orang Indonesia.
- Coba Google Keyword Planner: Ini adalah alat resmi gratis dari Google. Meskipun sebenarnya dipakai untuk orang yang mau pasang iklan, kamu bisa memanfaatkan fitur "Discover new keywords" untuk mengintip perkiraan jumlah pencarian per bulan dari sebuah kata kunci.
Tips Tambahan Memilih Keyword
Buat blog yang usianya masih baru, jangan langsung nekat mengincar kata kunci pendek (short-tail) yang persaingannya sangat berat, contohnya seperti kata "baju murah". Lebih baik kamu mengincar kata kunci yang lebih panjang dan spesifik (long-tail), contohnya seperti "tempat beli baju muslim murah di bandung". Walaupun jumlah pencarinya lebih sedikit, tapi peluang artikel kamu masuk ke halaman pertama Google jauh lebih besar.
Penutup
Melakukan riset keyword memang butuh sedikit kesabaran ekstra sebelum mulai menulis. Tapi percayalah, hasilnya akan sangat sepadan karena artikel kamu jadi lebih mudah ditemukan oleh pengunjung di mesin pencari. Teruslah berlatih mencari kata kunci yang pas. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan blog kamu.
Untuk belajar strategi optimasi website, panduan SEO, atau informasi lebih lanjut lainnya, silakan klik di sini.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang dimaksud dengan long-tail keyword?
Long-tail keyword adalah kata kunci yang cukup panjang, biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih. Kata kunci ini jauh lebih spesifik dan umumnya dipakai oleh orang yang sudah tahu persis apa yang ingin mereka cari, sehingga tingkat persaingannya lebih ringan untuk blog yang masih baru.
2. Apakah wajib menggunakan tools riset keyword berbayar?
Tidak wajib, terutama jika kamu masih pemula. Tools gratisan yang disediakan langsung oleh Google seperti Autocomplete, Trends, dan Keyword Planner sudah lebih dari cukup untuk membantumu membangun trafik di awal-awal ngeblog.
3. Berapa banyak kata kunci yang boleh dimasukkan dalam satu artikel?
Fokuskan pada satu kata kunci utama saja untuk ditaruh di judul dan paragraf awal. Setelah itu, kamu bisa menyisipkan 2 sampai 3 kata kunci turunan secara natural di dalam isi artikel. Jangan terlalu sering mengulang kata kunci yang sama persis karena bisa dianggap sebagai spam oleh mesin pencari Google.
